KM Bali 1, Dompu-Di tahun 2017 Kepala Sekolah SMPN 8 satu atap Dompu Kecamatan Dompu bersukur dengan adanya bantuan pemerintah yang kini dialokasikan untuk pembangunan gedung laboratorium IPA. Menurut Kepala sekolah setempat Sutomo, S.Pd, pembangunan Laboratorium ini memang selalu diharapkan oleh para guru dan siswa untuk menunjang efektifitas dalam proses belajar dan mengajar di Sekolah. “sudah lama kami tungu dan alhamdulillah di tahun ini kami di kasih”,.ungkapnya kepada Wartawan Koran Kampung Media Dompu Senin (6/11) pekan lalu.
.
Dalam hal ini Sutomo S.Pd sebagai kepala sekolah berharap dengan adanya satu gedung laboratorium ini mudah-mudahan sekolah seatap No. 8 Dompu ini tambah maju dan tambah diminati oleh anak-anak yang di sekitar perbatasan antara dompu dan bima.

Dikatakannya, Sekolah yang berlokasi di Desa Mangge Na’e tepatnya di dekat perbatasan Dompu dan Bima ini merupakan salah satu sekolah yang berada di daerah perbatasan Kabupaten. Meski demikian sekolah ini menjadi sekolah yang juga diminati oleh warga untuk menyekolahkan anaknya.

Tidak sampai di situ saja harapan bapak kepala sekolah yg sering di sapa Pak Tomo ini,  Dirinya  berkeinginan agar SMPN 8 Seatap Dompu dapat lebih mengembangkan diri agar lebih maju sehingga dapat bersaing dengan sekolah-sekolah Negeri lainnya di Kabupaten Dompu..


Hasil konfirmasi wartawan koran ini dengan kepala sekolah dia berharap agar semua pihak baik guru maupun wali murid agar bisa bekerja sama guna untuk memajukan sekolah.[sahrul/adv]
KM Bali 1 Dompu – Dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Auditor, Inspektorat Kabupaten Dompu dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Bekerja sama menggelar Bimtek Penilaian Resiko dan Bimtek Sakip / Lakip Lingkup Organisasi Perangkat Daerah OPD Kabupaten Dompu selama 3 hari dimulai pada tanggal 14 sampai 16 November 2017. Di Aula Inspektorat Kabupaten Dompu.
Inspektorat Kabupaten Dompu mengundang BPKP Provinsi NTB agar meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Auditor Inspektorat, dan mengundang sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Dompu.
Pemateri Bimbingan Evaluasi Sakip / Lakip Lingkup Organisasi Perangkat Daerah OPD “Teguh Prihandono” Perwakilan dari BPKP Provinsi NTB bertujuan agar Inspektorat nanti mampu menilai Kinerja dari SKPD-SKPD yang ada di Kabupaten Dompu sehingga anggaran-anggaran yang ada di SKPD bisa lebih bermanfaat
Sedangkan Pemateri Bimbingan Penilaian Resiko khusus untuk sejumlah SKPD pelayanan publik, “Indra” juga perwakilan dari BPKP Provinsi NTB yang bertujuan adalah bagaimana bisa mematahkan resiko-resiko yang mungkin terjadi sehubungan operasional Organisasi sehingga tujuannya bisa tercapai.
Teguh Prihandono selaku Kooardinator Pengawasan (KORWAS) Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah Provinsi NTB kepada Media Koran ini menyampaikan mafaat dan Dorongan adanya APIP
“manfaat adanya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) ini lebih terasa bagi pemerintah Kabupaten Dompu sehingga APIP bisa memberikan Dorongan dan memberikan Arliworning terhadap Resiko-resiko dan memberikan manfaat sehingga hal-hal yang bersifatnya hanya sekedar kegiatan tapi hubungan langsung dengan kinerjanya itu jauh, ini bisa diberikan Arliworning, ini nggak pas, ini kurang dan tata cara kerjanya perlu diperbaiki”, Jelasnya saat diwawancarai oleh wartawan Koran ini di ruangan tempat kegiatan tersebut.    
Lebih jauh Teguh Prihandono mempunyai harapan “dengan adanya peningkatan kapasitas SDM Auditor ini agar kedepannya inspektorat mampu menilai kinerja dari pada SKPD di kabupaten Dompu”, harapnya
Kepala Inspektorat Kabupaten Dompu Ir. H. Moh. Syaiful, M.Si kepada awak media menjelaskan tetang materi yang dipelajari bagaimana jajaran Inspektorat bisa menganalisis peta resiko yang muncul di SKPD begitu juga SKPD akan membuat peta resiko
“Kita akan mencoba mengarahkan jajaran Inspektorat itu bisa menganalisis peta Resiko yang akan muncul di SKPD, begitu juga SKPD itu akan membuat peta resiko dan infentarisasi masalah yang mungkin terjadi mengganggu kinierjanya”, Jelasnya
Lanjut H. Syaiful peserta bimtek setelah diberikan materinya akan dilanjutkan dengan praktek agar peserta bisa cepat memahami pengelolaan dan tata kelola
“setelah dikasikan pengarahan-pengarahan ini akan dilanjutkan dengan praktek, sehingga akan bisa mengatasi timbulnya masalah-masalah pengelolaan dan tata kelola pemerintah di masing-masing lininya begitupun Evaluasi Lakip sudah selesai dan akan dipertajamkan oleh Bapeda sebagai leding sektornya dan juga bagian Organisasi di Sekda”,tegasnya
Apa bila SKPD terjadi keterlambatan atau belum mengerjakan sesuai contoh yang sudah disampaikan Tambahnya, Inspektorat akan melakukan pembinaan dan cek di lapangan
“Kami akan melakukan pembinaan-pembinaan di lapangan melalui pemeriksaan-pemeriksaan kita cek apakah mereka sudah membuat itu, sesuai dengan contoh-contoh yang diberikan”, tegasnya
Berhubung analisis peta Resiko ini sangat penting maka kepala Inspektorat menyampaikan harapannya terhadap SKPD-SKPD di Kabupaten Dompu agar segera menyusun peta Resiko agar terhindar dari ketidak tercapainya kinerja
“Karna ini sangat penting, diharapakan kepada pimpinan Unit, Sekertaris dan Kasubag Program di seluruh SKPD untuk segera menyusun mengenai analisis peta resiko yang mengakibatkan terjadinya ketidak tercapai kinerja”, harapnya  [poris]

KM Bali 1 Dompu - Kabid Adpin Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. Syamsul Anam, M.Si melakukan Penilaian dan Monitoring serta Evaluasi Kampung KB di Desa Mbawi Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, Selasa (14/11/2017).
Syamsul Anam didampingi oleh Perwakilan BPMPD Propinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatana Propinsi NTB, IPKB Propinsi NTB, PJK Propinsi NTB, BP3AKB Propinsi NTB, PWG Propinsi NTB, Ikatan Penulis KB, Kepala DPP dan KB Kabupaten Dompu Gatot Gunawan PP.SKM,MMKES dan Camat Dompu serta berbagai lintas Sektor penilaian Kampung KB.
Kampung KB di Desa Mbawi sendiri merupakan Kampung KB yang pertama kali dicanangkan dan dibentuk pada tanggal 3 Maret 2016, Desa Mbawi juga merupakan Perwakilan Kabupaten Dompu Di tingkat Propinsi NTB.
Gatot Gunawan Kepala BPPKB Dompu dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap bulannya akan tetap melakukan pembinaan, Penyuluhan serta melakukan pemeriksaan Kesehatan terhadap Masyarakat yang ada di Desa Mbawi
“Di Desa Mbawi kita sudah bentuk Posko Kampung KB sehingga setiap bulan tetap dilakukan pembinaan, penyuluhan, senam bersama serta dilakukan pemeriksaan kesehatan, Kampung KB ini harus mendapatkan Manfaat bagi Masyarakat”, kata Gatot dalam Sambutannya
Lanjut Gatot dalam sambutannya berharap kepada tim penilai dari tingkat Propinsi agar diberikan dukungan serta masukan agar kampung KB bisa maju dan bermanfaat “kepada tim Penilai Kampung KB dari tingkat Propinsi dapat memberikan pembinaan terhadap kami karna dengan Forum ini mungkin kami tidak sempurna dimohon masukannya apa bila ada kekurangan kami mohon dilengkapi, bagaimana Kampung KB ini bisa berkembang dengan baik”, harapnya
Syamsul Anam juga dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Kepala Desa Mbawi dan memberikan penilaian tersendiri “Pak Kades yang luar biasa, yang walaupun baru satu tahun Kampung KB ternyata laporan-laporannya sudah menindikasikan yang namanya Imput, Proses dan Output sudah berjalan baik di Dompu dan saya titip kepada Panitia ini hendaknya menjadi penilaian tersendiri”, Senangnya
Tambah Syamsul Anam menyampaikan beberapa poin penting sesuai apa yang sudah diamanatkan oleh Presiden RI Ir. Jokowidodo dalam membangun sebuah Kampung KB “Kampung KB ini diinisiasi oleh Bapak Presiden, ini dihajatkan untuk mengempaskan 3 persoalan yaitu, persoalan Kesehatan, Persoalan Pendidikan, Persoalan tingkat kesejahteraan ataupun pendapatan oleh karena itu bukan hanya BKKBN tapi semua lintas sektor akan terlibat di Kampung KB ini”, terang dia dalam sambutannya
Setelah memberikan sambutan sekaligus perkenalan tim penilai Kampung KB, Syamsul Anam kepada media Koran ini saat diwawancarai menyampaikan tentang tujuan utama adanya penilaian Kampung KB “tujuan utamanya kita bukan sekedar mencari Juara tetapi kita lebih Fokus kepada Pembinaan, karna program ini baru 1 tahun sehingga kita lebih inten kepada pembinaan-pembinaan, apakah dari pedoman pelaksanaan Kampung KB yang sudah ditetapkan oleh pusat itu sudah terlaksana dengan baik atau belum, kemudian pokja yang sudah di SK-kan oleh Bupati itu sudah melakukan kegiatan-kegiatan apa belum, kemudian Kampung KB itu program integrasi, sehingga apakah integrasi lintas sektor di tingkat bawah ini juga sudah terlaksana apa belum, jadi kegiatan penilaian ini kita lebih fokus ke Evaluasi dan pembinaan, agar termotifasi bagi yang terbaik kita akan berikan riwet sebagai juara”, jelasnya

Lebih dia sangat berharap “Kampung KB ini bisa berjalan sebagaimana pedoman dan Juknis yang sudah dibuat oleh Pusat, kalau ini sudah bisa berjalan insya Allah tujuan 3 nawa cita dari Presiden kita untuk membentuk Kampung KB ini bisa terlaksana, nawacita ke 3 itu membangun Desa-desa perbatasan dan Desa-desa kemudian meningkatkan Sumber Daya Manusia di tingkat lapangan, tingkat Kampung KB, dan membangun kepribadian Bangsa kita, membangun karakter Bangsa melalui revolusi mental yang berbasis keluarga sehingga ini semua bisa berjalan maka Kampung KB yang tadinya merupakan Daerah yang pembangunannya kurang bisa menjadi lebih bagus dan lebih meningkat”, harapnya [poris]





KM Bali 1 Dompu - Regional Meeting yang digelar di Bekasi Jawa Barat yang bertempat di Hotel Cantika Premier pada tanggal 6 sampai 9 November 2017 dengan mengambil tema Perpustakaan Kreatif dan Inovatif Menuju Masyarakat Sejahtera
 Cocala Foundation Indonesia mengundang semua peserta sebanyak lebih kurang 500.000 Orang yang berasal dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat NTB, Nusa Tenggara Timur NTT, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut sudah diagendakan untuk rutin setiap tahunnya.
 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu dalam pasar jongkok menampilkan hasil kreatif yakni Usaha Kecil Menengah (UKM) Kue Kering, Madu, Kopi dan Tembe Nggoli, kreatif yang ditampilkan oleh peserta utusan dari Perpustakaan dapat perhatian Khusus oleh timpenilai.
 Tidak hanya itu dibagian Panelis juga Kabupaten Dompu terpilih menjadi peserta terbaik saat menyampaikan materi yakni Suseno, S. Pd. dari PerpusDesa Kadindi Desa Kadindi Kecamatan Pekat, dan Hartati dari PKBM Hasrar Mandiri Perpusdes Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu
 Sementara di bagian Imtek salah satu utusan dari Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Dompu Nurijatul Sofiah Imptek Pelatih menjahit Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu langsung diundang ke Jakarta dan menjadi pembicara di depan seluruh peserta se Indonesia dan mendapatkan Apresiasi Juara 1 dan penghargaan yang diberikan langsung oleh Cocala Foundation Indonesia kategori cerita Imptek dari 102 peserta si-Indonesia.
 Ardiansyah, S.Hum selaku Fasilitator Perpuseru kepada Media Koran ini mempunyai harapan kedepannya agar peserta yang diutus itu bisa mempertahankan prestasi dan tambah meningkat lagi

 “Semoga ditahun depan kita dapat menpertahankan prestasi dan semoga bisa di tambah lagi untuk meraih beberapa item kegiatan yang dilombakan di tahun-tahun yang akan datang”, harapnya saat diwawancara oleh wartawan Kampung Media di Ruang kerjanya senin, 13/11/17 [poris]


KM Bali 1 Dompu – Jadilah orang yang Dermawan karena Tuhan berjanji akan menambahkan rezeki berlipat pada seseorang yang mau menyisihkan sebagian harta bendanya untuk disedekahkan. Karena sedekah seorang Dermawan akan membuka lebih banyak rezeki bagi orang yang ikhlas menolong sesama, Prinsip hidup yang sudah tertanam dari seorang Bripka Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos.
Seorang Nenek tua Aminah (70) salah satu warga Rt. 04 Rw. 02 Lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu mengalami penyakit Parkinson, (Penyakit degeneratif Saraf) yang sudah Stadium Akhir hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.
Sudah 10 tahun Aminah sejak ditinggal mati oleh suaminya, hanya bisa pasrah dan menjalani penderitaan hidup menyendiri di sebuah Gubuk yang sebagian tidak memiliki dinding dan atapnya penuh dengan kebocoran
Suatu hari, Janda 70 tahun itu didatangi oleh seorang pemuda yang berhati mulia, pejuang kemanuasiaan Bripka Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos Kepala Unit V, Pengawasan Orang Asing (POA), Satuan Intelkam Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat NTB, langsung mengambil bagian dan bekerja untuk memperbaiki gubuk tua milik nenek Aminah, yang selama ini sangat tidak layak baginya, dia rela menyisihkan sebagian dari gajinya untuk membeli bahan seperti Seng untuk mengganti genteng yang sudah Bocor, juga Triplek untuk dinding yang belum memiliki dinding, Paku dan kayu.
Sofian saat ditemui oleh Wartawan Koran Kampung Media sedang membantu rehab Gubuk Nenek Aminah. Ia hendak beristirahat, kepada Koran ini menyampaikan Bahwa Nenek Aminah sempat dibawa juga ke rumah sakit dan menyampaikan ucapan terima kasih untuk Dermawan-dermawan yang sudah mau membagikan sebagian hartanya dan meringankan beban Nenek Aminah
“kemarin sekitar pukul 8 pagi, saya bersama teman-teman WE SAVE dan teman-teman dari PMI sempat membawa beliau ke rumah sakit dengan menggunakan mobil, beliau mengalami penyakit Parkinson stadium akhir dan saya sangat berterima kasih buat teman-teman dari yayasan WE SAVE serta para Dermawan-dermawan yang sudah meringankan penderitaan beliau”, kata Sofian
Lebih jauh Sofian sangat prihatin dengan melihat keadaan nenek Aminah yang sudah puluhan tahun hidup dalam gubuk yang tidak memiliki dinding.
“saya sangat prihatin dengan keadaan beliau, hidup sendiri sudah puluhan tahun, di sisi lain juga keadaan rumahnya sudah tidak layak lagi, dalam keadaan bocor dan tidak memiliki dinding, apa lagi sekarang dalam keadaan hujan, disaat terbangunpun beliau basah karna gentengnya bocor”, Sedihnya
“Semoga ada lagi para dermawan-dermawan tambah sofian yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban nenek Aminah ini walaupun sedikit, minimal bisa meringankan beban beliau”, harapnya.
Muhammad Said merupakan bagian keluarga dari nenek Aminah juga kepada Koran ini menyapaikan ucapan terima kasih dan rasa senang yang tiada terhingga dengan adanya bantuan dari seorang berhati Mulia serta Pejuang Kemanusiaan ini.
“Perasaan saya sangat senang yang tiada terhingga dengan adanya bantuan dari ananda sopian ini, selama ini saya tidak bisa berbuat apa lagi, melihat kondisi keadaan ini, tidur pun selalu terkena mata hari, Angin serta hujan”, senangnya dengan menggunakan bahasa Daerah

Lebih jauh M. Said dapat merasakan perubahan yang dialami oleh nenek Aminah setelah direhab dan dipasangi dinding Gubuknya “sekali lagi kami selaku keluarga menyapaikan terima kasih yang setinggi-tingginya buat ananda sopian, bantuan dari dia sangat luar biasa bagi kami, Aminah ini sudah banyak merasakan senang dan nyaman dengan tempat duduk dan tidurnya sekarang, sudah tidak seperti yang kemarin”, bahagianya [poris]

KM Bali 1, Dompu-Setah kurang lebih satu setengah jam wilayah kecamatan Dompu, Woja dan sekitarnya diguyur hujan lebat Jumat, (10/11) siang, beberapa aliran sungai meluap hingga masuk ke perkampungan warga sekitarnya. Seperti luapan sungai Raya laju berakibat pada tergenangnya air di areal pemukiman warga perkampungan sori wono Kelurahan Potu.

Tidak hanya itu, luapan aliran sungai yang terhitung sebagai salah satu sungai terpanjang di kecamatan Dompu itu, juga menggenangi perkampungan warga di Lingkungan Salama Kelurahan Bada kecamatan Dompu. Hujan lebat kali ini pun kembali membanjiri perkampungan warga di kampung Samporo Kelurahan Bali satu akibat luapan dari Sori Silo. Luapan dari sungai tersebut juga dikabarkan menggenangi sebagian perumahan warga di Kampung Kota Baru Kelurahan Bada.

Namun menariknya, ternyata tidak semua orang menganggap bahwa banjir yang relatif merepotkan ini sebagai musibah. Seperti halnya anak-anak di Kampung Salama Kelurahan Bada Dompu. Tampaknya mereka tidak perduli dengan kesulitannya yang dialami oleh orang dewasa akibat banjir ini. Mereka justru tampak memanfaatkan banjir yang menggenangi perkampungannya itu sebagai tempat bermain baru. Seperti sebuah gambar yang yg berhasil di tangkap oleh KM Bali 1 ini. Anak-anak terlihat sedang berenang ditengah genangan air hujan itu sambil menumpang pada sebatang pohon pisang yang terbawa arus genangan air sungai Dan Laju.

Dari ekspresi wajah mereka, tidak tampak kesedihan maupun kesusahan, meski sebenarnya diketahui rumah mereka pun merupakan salah satu rumah korban banjir tersebut.

Selain itu, mereka juga tidak terlihat takut mengalami sakit akibat bermain dengan air yang penuh sampah dan dapat dipastikan penuh dengan kuman penyakit itu.

Namun setelah kurang lebih 1 jam mereka bermain dengan air banjir tersebut, mereka pun kembali kerumahnya masing-masing. Tidak diketahui apa tanggapan orang tua mereka ketika mengetahui mereka bermain dengan air banjir. "Mudah-mudahan mereka tidak dimarahi", kata salah seorang warga yang juga turut menyaksikan aksi mereka itu.[Oz]

Diberdayakan oleh Blogger.
| Copyright © 2013 KAMPUNG MEDIA BALI 1-DOMPU